Selasa, 17 November 2009

Rekor MURI untuk DPD PERTUNI Jateng

Suryandaru, mitra-jaringan@yahoogroups.com, Tuesday, November 17, 2009 11:43 AM


Alhamdulillah pada tanggal 15 November 2009 DPD Persatuan Tunanetra Propinsi Jawa Tengah berhasil mencatatkan dua rekor MURI.

Rekor pertama dicatat dengan nomor 3974 untuk penyelenggaraan Lomba Resensi Buku Bicara Digital Antar Tunanetra se-Indonesia yang pertama. Rekor kedua dengan nomor registrasi 3975 untuk peserta terbanyak lomba resensi buku bicara digital antar tunanetra se-Indonesia.

Dengan demikian DPD PERTUNI Jateng telah memperoleh 3 rekor MURI, yaitu 3054 untuk peserta lomba festival band antar tunanetra terbanyak se-Indonesia, 3974 untuk penyelenggara pertama Lomba Resensi Buku Bicara Digital Antar Tunanetra se-Indonesia, dan 3975 untuk jumlah terbesar peserta lomba resensi buku bicara digital antar tunanetra se-Indonesia.

Terima kasih atas dukungan teman-teman semuanya.

Operasi Katarak -- Hipenca 2009

Dalam rangka memperingati Hari Internasional Penyandang Cacat 2009 (HIPENCA 2009) maka Panitia HIPENCA 2009 bekerjasama dengan DPP Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) dan Christoffer Blinden Mission (CBM) bermaksud akan mengadakan Operasi Katarak Mata yang akan diselenggarakan pada

Hari : Senin - Selasa, 30 November - 1 Desember 2009
Waktu : 08:00 WIB
Tempat : Rumah sakit St. Elizabeth
Jl. Narogong Raya no 202, Bekasi

Berkenaan dengan hal tersebut di atas maka kami menghimbau Bapak/Ibu/Saudara yang membutuhkan layanan operasi katarak untuk mendaftarkan diri dan turut menyebarluaskan informasi ini kepada khalayak umum lainnya yang membutuhkan.
Pendaftaran dapat dilakukan di:
Sekretariat DPP PERTUNI
Telepon: 8005480 (Bapak Is/ Ibu Wanti)
Fax: 8013402
e-mail: pertuni_dpp@yahoo.co.id

Calon pasien diharapkan :
- menyerahkan/mengirimkan fotocopy identitas diri (KTP/Kartu Pelajar/kartu identitas lainnya) serta no telepon yang dapat dihubungi.
- hadir di lokasi tertera di atas pada tanggal yang akan ditentukan oleh panitia sebelum pelaksanaan operasi.

Panitia HIPENCA 2009

Rina Prasarani, Ketua Bidang III
Furqon Hidayat, SPd., Koordinator Bidang Bakti Sosial

Senin, 02 November 2009

PEMENANG THE WBUAP ONKYO BRAILLE ESSAY CONTEST 2009

Selamat buat Atung Yuniarto dari Surabaya,
Dan Ria Andriani, anak Indonesia yang sedang berdomisili di Australia.


WINNERS OF THE WBUAP ONKYO BRAILLE ESSAY CONTEST 2009

The Sponsors of the Contest, Onkyo Corporation and the Braille Mainichi of Japan, together with the WBUAP Onkyo Selection Committee, have great pleasure in announcing the winners of the 2009 Contest.

THE OTSUKI PRIZE:

The Otsuki Prize of $1,000 is awarded to Mr Dong Huy Lieu from Vietnam with his entry "Braille - Lighting Up My Life" which scored 77.6. The reasons for awarding him this prize are:

(a) It is a well rounded essay with a clear focus on the topic. He is able to show how Braille has helped him to achieve his goals in life.

(b) He is able to bring out the positive spirit in his struggle to live a normal life and how this enabled him to inspire others around him.

(c) While relating his personal experiences, he has provided interesting insights into Vietnamese life as he made his personal journey on the road to success.

PRIZES FOR CATEGORY A
(Ages from 14 to 25 years old):

1. The Excellent Prize of $500 is awarded to Miss Ria Andriani from Australia with her entry "Some Things Are Meant To Be True" which scored 69.6 points. She is awarded the prize for the following reasons:

(a) She is able to bring out a clear message of hope concerning the role of Braille in helping her to appreciate music and achieve success.

(b) She is able to depict a struggle of determination and positive outlook despite great odds to fulfil her life's goal in the field of music.

2. The Committee decided to award only one Fine Works Prize to this category as the other entries did not meet the required conditions. The Fine Works prize of $200 is awarded To Mr Le Van Tung from Vietnam whose entry scored 61.4 points.

PRIZES FOR CATEGORY B
(Ages from 26 years old and above):

1. The Excellent Prize of $500 is awarded to Mr Atung Yuniarto from Indonesia with his entry "Touching The Points Of Hope" which scored 73 points. The reasons for awarding him the prize are:

(a) He displayed very well his writing craft with interesting and varied details as he depicted his journey of hope and ultimate success.

(b) He showed how with the help of Braille he was able to fulfil his dream and to inspire others.

2. Two Fine Works Prizes of $200 each are awarded to:

2.1. Miss Khong Thanh Thuy from Vietnam whose entry scored 71.8 points.

2.2. Miss Daw Byar Mee from Myanmar whose entry scored 60.8 points.

We take this opportunity to extend our heartiest congratulations to all the winners. We also wish to express our deep gratitude to the National Onkyo Selection Committees of Australia, Indonesia, Myanmar and Vietnam for encouraging, facilitating and selecting the best entries sent to the WBUAP Onkyo Selection Committee. The cash prizes and trophies (as mentioned in the Terms and Conditions) will be sent to you within the next three weeks.

Ivan Ho Tuck Choy
Secretary General
World Blind Union-Asia Pacific

Dated: 2 November, 2009

Copy to:
Mr Chuji Sashida, President, Board and Council Members of WBUAP
National Onkyo Selection Committees of Australia, Indonesia, Myanmar and Vietnam
Mr Kazuhiko Yamaguchi, Co-ordinator, WBUAP Onkyo Braille Essay Contest

Pemenang Lomba Resensi

Mitra-Jaringan, Sunday, November 01, 2009 5:20 PM

Berikut adalah pemenang Lomba Resensi Digital Talking Book Antar Tunanetra se-Indonesia Tahun 2009 yang diselenggarakan oleh DPD PERTUNI Jateng :


BERITA ACARA

PEMENANG LOMBA RESENSI BUKU BICARA DIGITAL
ANTAR TUNANETRA SE INDONESIA TAHUN 2009
DPD PERTUNI JAWA TENGAH


Pada hari ini, tanggal 31 Oktober 2009, dewan juri yang terdiri dari
1. Ketua : Dra. Sri Humaini Adisusilo (Jurnalis)
2. Anggota : Dra. Tri Wahyu Hari Murtiningsih M.Si. (Pustakawan)
3. Anggota : Drs. Hari Priyono M.Pd. (Akademisi)

Setelah mengadakan penilaian secara seksama serta memperhatikan catatan Dewan Juri, pada pelaksanaan Lomba Resensi Buku Bicara Digital Antar Tunanetra Se Indonesia, yang diselenggarakan oleh DPD PERTUNI JAWA TENGAH, dalam rangka peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA), dengan ini memutuskan dan menetapkan pemenang Lomba Resensi Buku Bicara Digital Antar Tunanetra Se Indonesia, sebagai berikut :
1. Pemenang Pertama : Sdri. Anik Windaryanti, peserta dari PTNTRW Pendowo Kab. Kudus, dengan nilai 2290
2. Pemenang Kedua, Sdr. Afif Fahroni, peserta dari PTNTRW Pendowo Kab. Kudus, dengan nilai 2270
3. Pemenang Ketiga, Sdr. Muh. Zufron, pemenang dari PTNTRW Pendowo Kab. Kudus, dengan nilai 2260
4. Pemenang Harapan Satu, Sdr. Triyono, pemenang dari PTNTRW Pendowo Kab. Kudus, dengan nilai 2190
5. Pemenang Harapan Dua, Sdr. Adyana Ndaru Purnama, pemenang dari PTNTRW Dharma Putra Kab. Purworejo, dengan nilai 2170
6. Pemenang Harapan Ketiga, Sdr. Gunarto, pemenang dari Klinik Pijat Budaya Sehat Semarang, dengan nilai 2150

Demikian hasil keputusan dewan juri, keputusan ini tidak bisa diganggu gugat


Semarang, 31 Oktober 2009


DEWAN JURI
LOMBA RESENSI BUKU BICARA ANTAR TUNANETRA SE INDONESIA
TAHUN 2009


1. Ketua : Dra. Sri Humaini Adisusilo (Jurnalis) ...................


2. Anggota : Dra. Tri Wahyu Hari Murtiningsih M.Si. (Pustakawan) ...................


3. Anggota : Drs. Hari Priyono M.Pd. (Akademisi) ...................

Minggu, 11 Oktober 2009

TUNANETRA PUN BISA INTERNETAN DI PERPUSTAKAAN DAERAH SUMUT

Harian Analisa, 7 Oktober 2009

Arjuna Perangin – angin terlihat terburu – buru ketika mengetik sebuah
surat di computer. Satu persatu huruf yang diketiknya menjadi sebuah
kata dan kalimat.
Isinya, Arjuna yang merupakan penyandang tunanetra menyampaikan
kegembiraannya atas tersedianya 2 unit computer yang dikhususkan untuk
penyandang tunanetra. Computer tersebut dilengkapi dengan software
Jaws for Windows (JFW) yang mampu mengeluarkan suara pada setiap huruf
yang diketiknya.
Dalam surat tersebut, Arjuna mengucapkan terima kasih kepada
Pertamina Regional I Bina Lingkungan Wilayah Sumut yang telah
menyerahkan 2 unit computer untuk penyandang tunanetra kepada BPAD
Sumut untuk digunakan bagi penyandang tunanetra.
Dia berharap, fasilitas ini tidak hanya sekedar saja melainkan terus
menerus dan bertambah. “ saya minta fasilitas computer untuk tunanetra
ini tidak hanya sampai disini tapi berkelanjutan sehingga semakin
banyak tunanetra yang menggunakannya,” ungkap alumni Sarjana Sastra
Universitas Katolik Santo Thomas Sastra Inggris.
Ketua Persatuan Tunanetra, Lukman Hakim mengatakan dengan adanya
computer tersebut maka terhilangkanlah sedikit bentuk diskriminasi
yang dialami oleh penyandang cacat tunanetra. “ keberadaan computer
ini akan mendorong insane tunanetra yang cerdas dan tidak gagap
teknologi,”ujarnya kepada wartawan di perpustakaan Daerah Sumut, jalan
Brigjen Katamso Medan, selasa ( 6/10 ).
Dia menambahkan computer yang telah disertai software JFW akan mampu
membantu pemakai computer karena computer tersebut dapat memberikan
berbicara atas apa yang kita lakukan terhadapny. “Dengan computer ini
para tunanetra juga bisa berinternetan, chating, facebook, mengirim
email dan lainnya,” terangnya.
Dua unit Komputer tersebut diserahkan oleh PertaminaRegional I Bina
Lingkungan Wilayah Sumut kepada BPADSU untuk digunakan bagi penyandang
cacat tunanetra.
Salah seorang penyandang cacat tunanetra, Dea, siswi kelas 9 SMP
Negri 2 Lubuk Pakam dari binaan Yayasan Tunanetra (Yapentra) Tanjung
Morawa merasa terharu atas pemberian bantuan computer Braille di
perpustakaan daerah Sumut yang dapat digunakan untuk tunanetra,”saya
minta pemerintah senantiasa terus memperhatikan pendidikan tunanetra
di Sumut karena dalam kehidupan sehari-hari terkadang masih terjadi
diskriminasi,” ucap cewek asal siantar sembari mengangis
terseduh-seduh.

Peningkatan SDM
Sementara itu, Koodinator Regional I Pertamina OK Khaidir Aswan
didampingi Asisten bina lingkungan Pertamina H Chairuddin pada
kesempatan itu mengatakan penyerahan bantuan komputerkhusus ini
bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sedangkan H Chairuddin menambahkan, Pertamina peduli peningkatan SDM
dan bina lingkungan ini akan tetap memperhatikan masyarakat terutama
bagi tunanetra di Sumut. Sehingga para tunanetra itu tidak terjadi
diskriminasi bagi siswa yang sehat jasmani dan rohaninya.
“Kita juga tetap memberikan bantuan pendidikan kepada siapapun dengan
mengajukan proposal kepada pertamina,”ujarnya.
Kepala BPAD Sumut Syaiful Syafri mengatakan, perpustakaan kini
menjadi tempat layanan untuk semua orang. Makanya, pelayanan yang
diberikan tidak hanya kepada mereka yang norma, tapi juga kepada
penyandang tunanetra.” Ini merupakan layanan pertama anak terbaik di
Indonesia yang menggunakan sarana dan fasilitas untuk pendidikan anak
cacat khususnya tunanetra di Medan dan Sumut,” katanya.
Dia berharap kedepan 500 penyandang tuna di Medan dan siswa-siswanya
mampu memanfaatkan computer untuk tunanetra dan BPAD Sumut juga siap
menjadi tempat pelatihan bagi siswa tunanetra untuk pelatihan
penggunaan computer sehingga mereka bisa internetan sebagaimana
pemustaka lainnya

Kamis, 20 Agustus 2009

Workshop Pengembangan dan Peningkatan ICT Bagi Tunanetra

Workshop Pengembangan dan Peningkatan ICT Bagi Tunanetra
Suryandaru, mitra-jaringan@yahoogroups.com
Thursday, August 20, 2009 9:01 PM


Tanggal 19 Agustus 2009 bertempat di ruang Borobudur 2 Hotel Graha Santika Semarang, Depkominfo bekerja sama dengan DPD PERTUNI Jateng mengadakan Workshop Pemgembangan dan Peningkatan ICT Bagi Tunanetra. Acara ini digagas oleh Depkominfo dalam upaya menggali informasi untuk pengembangan dan Peningkatan ICT bagi tunanetra sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan tunanetra.
Suryandaru,S.H
+6281325885858
ndarusurya@yahoo.co.id ; ndarusurya@gmail.com
HTTP://suryandar.blogspot.com

Rabu, 05 Agustus 2009

TUNANETRA BELAJAR KOMPUTER

TUNANETRA BELAJAR KOMPUTER
( Waspada,Medan 31 Juli 2009 )

Medan, Persatuan Tunanetra Indonesia ( PERTUNI ) Sumut Menggelar
kegiatan rutin mingguan berupa pelatihan computer yang khusus
diperuntukkan bagi para tunanetra yang berlangsung setiap hari kamis
di jalan Sampul Medan.

Ketua DPD PERTUNI Sumut Lukman Hakim Harahap yang didampingi
sekretaris Chairul dalam, Senin (27/7), mengakui pelatihan itu sebagai
suatu terobosan baru yang dilaksanakan PERTUNI dalam upaya
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya.

“Kami jelas beda dengan rekan-rekan yang memiliki kesempurnaan panca
indra, karena kami tidak bisa melihat maka pelatihan yang kami
terapkan adalah versi tunanetra yang tak bisa melihat namun mampu
menggunakan computer dan ponsel,” katanya yang saat itu langsung
mencoba kebolehannya menggunakan telepon selular untuk berbicara
dengan rekannya dari jarak jauh.

Menurut Harahap, peralatan computer yang digunakan untuk pelatihan
para anggotanya masih serba terbatas. Baru lima unit computer tanpa
printer yang tersedia, sehingga pelatihan harus dilaksanakan secara
bergilir dengan jam atau waktu yang berbeda.

“Dengan hanya lima unit computer itu, berarti lima orang yang bisa
mengikuti pelatihan dalam batasan dua jam satu session, atau 15 orang
untuk tiga session, yang berlangsung hanya sampai pukul 12.30,”
katanya seraya berharap perhatian dari Dinas Sosial Sumut ataupun
Medan.