Senin, 29 April 2013

Website Pertuni ganti alamat

Mulai hari ini (30 April 2013), website Pertuni berganti alamat.
Alamat lama: http://pertuni.idp-europe.org
Alamat baru:
www.pertuni.org

Jumat, 05 April 2013

Hasil seminar/diskusi tentang penerbangan yang aksesible bagi penyandang disabilitas dengan PT. Garuda Indonesia


tanggal : 4 April 2013
Tempat : Garuda training center Jl. Duri Kosambi No. 125 Jakarta Barat
Jam : 09.00 s/d 16.30 WIB

Acara dihadiri utusan dari organisasi-organisasi disabilitas nasional, SLB-SLB, Aktivis, Praktisi, undangan khusus/Pemerintah Lembaga terkait dan seluruh staf Garuda yang membidangi training (kru kabin,check in counter, akses point boarding, fronts oficce dll) kira-kira berjumlah 230 orang.
Hasil kesimpulan :
1. Berdasarkan regulasi/perundang-undangan yang berlaku (HAM,Aksesbilitas dan layanan publik) PT.Garuda memahami dan akan mengimplentasikan dalam bentuk kebijakan secara sistem pada lingkungan perusahaan.
2. PT, Garuda melalui Direktur Layanan ; Bapak Faik Fahmi telah mengeluarkkan surat edaran tentang prosedur penanganan penumpang disabilitas Nomor : GARUDA/JKTDC-20010/13 Tertanggal 25 Maret 2013 yang intinya tentang perubahan prosedur standar serta bahwa calon penumpang disabilitas tidak dimiinta menandatangani surat pernyataan sakit. (edaran terlampir)
3. PT. Garuda akan memperbaiki/merubah kebijakan yang dipandang diskriminasi terhadap kelompok rentan (lansia,ibu hamil , dan kelompok disabilitas) tidak lagi charity tetapi layanan yang memposisikan calon pemumang adalah pather/sahabat garuda dengan prinsip pendekatan humanistik.
4. PT. Garuda akan mengimplementasikan materi bagaimana cara penanganan/melayani penumpang disabilitas kedalam kurikulum training diberbagai bidang khususnya yang menyangkut staf yang berhubungan dengan layanan publik.

Jakarta, 5 April 2013
Dewan Pengurus Pusat PERTUNI

Y. Tri Bagio
Ketua II

Rabu, 06 Maret 2013

Lomba Mengarang Esei Braille Onkyo 2013



Proyek disponsori oleh the Onkyo Corporation Ltd. dan The Braille Mainichi Newspaper bekerjasama dengan World Blind Union Asia-Pacific dan Pertuni

A. Tujuan

Lomba mengarang ini bertujuan:

1. Meningkatkan melek huruf Braille dan memupuk kebiasaan membaca/menulis di kalangan para tunanetra di wilayah Asia-Pasifik.

2. Meningkatkan interaksi sosial budaya di kalangan para tunanetra di wilayah Asia-Pasifik melalui tulisan.

3. Mendorong para tunanetra memanfaatkan potensinya dalam bidang tulis-menulis sebagai sumber pendapatan.

4. Mendorong para tunanetra berperan aktif melalui tulisan, dan melalui organisasinya, dalam mengubah makna ketunanetraan.

B. Topik-topik Karangan (pilih salah satu):

1. Mengubah Makna ketunanetraan melalui Braille dan alat-alat bantu mobilitas

2. Bagaimana Braille dan buku-buku audio telah membantu saya menjalani kehidupan normal

3. Tantangan dan solusi bagi seorang tunanetra untuk menjadi seorang musisi

C. Persyaratan:

Partisipasi dalam lomba mengarang esei ini terbuka bagi semua orang tunanetra usia 14 tahun ke atas di wilayah Asia-Pasifik (Kecuali mereka yang berasal dari Jepang atau pernah memenangkan hadiah Atsuki selama tiga tahun terakhir).

Persyaratan karangan adalah sebagai berikut:

1 Format Karangan:

 Karangan ditulis dalam bentuk esei dalam bahasa Indonesia dengan tulisan Braille menggunakan reglet atau mesin tik Braille (tidak boleh menggunakan komputer).

 Panjang karangan antara 750 hingga 1000 kata. Karangan yang terlalu pendek atau terlalu panjang akan didiskualifikasi.

2 Karangan harus original dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karangan.

3. Karangan dikirimkan kepada: Panitia Seleksi Onkyo Nasional, DPP Pertuni, Jl. Raya Bogor km.19, Ruko Blok Q No. 13-L, Kramat Jati, Jakarta Timur 13510.

Karangan harus sudah diterima di DPP Pertuni selambat-lambatnya tanggal 15 Mei 2013.

4 Karangan harus dilengkapi dengan informasi sebagai berikut:

a) Nama lengkap

b) Umur

c) Jenis kelamin

d) Nomor telepon (HP)

e) Alamat email

f) Status pekerjaan (siswa, ibu rumah tangga, dll.)

g) Nama, alamat dan e-mail organisasi atau lembaga di mana anda aktif

h) Lampirkan pasfoto dan fotokopi KTP atau kartu pelajar/mahasiswa atau kartu anggota organisasi

5 Lomba ini terbuka bagi dua kelompok usia:

Kelompok A: Tunanetra usia 14-25 tahun

Kelompok B: Tunanetra usia 26 tahun atau lebih.

6 Panitia Seleksi Onkyo Nasional akan memilih lima karangan terbaik untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan dikirimkan ke Panitia Seleksi Onkyo Asia-Pasifik untuk diperlombakan ditingkat Asia-Pasifik.

D. Pengumuman dan Hadiah:

Panitia Seleksi Onkyo Asia-Pasifik akan menentukan tujuh orang pemenang dari kedua kelompok usia.

Pemenang lomba ini akan diumumkan pada bulan Nopember 2013.

Hadiah terdiri dari:

• Otsuki Prize: seribu US Dollar dan sebuah trofi diberikan kepada seorang juara umum di antara kedua kelompok usia.

• Excellent Works: lima ratus US dollar dan sebuah trofi. Dua hadiah akan diberikan, masing-masing satu kepada masing-masing kelompok usia.

• Fine Works: dua ratus dan tiga ratus US dollar. Dua hadiah (masing-masing $200) akan diberikan kepada Kelompok A, dan dua hadiah (masing-masing $300) diberikan kepada Kelompok B.

E. Hak Cipta (Copyright)

Esei pemenang akan menjadi hak The Onkyo Corporation Ltd. Dan the Braille Mainichi Newspaper, dan mereka berhak mempublikasikannya dengan cara yang mereka kehendaki.

Selamat berlomba!

DR. Didi Tarsidi, Ketua Umum Pertuni

Atas nama

Ivan Ho Tuck Choy,

Secretary General of WBUAP and Co-ordinator for the implementation of the WBUAP Onkyo World Braille Essay Contest 2012.

Selasa, 13 November 2012

Rina Prasarani dari Indonesia Terpilih sebagai Sekretaris Jenderal World Blind Union Periode 2012-2016

Pada hari ini, Selasa 13 Nopember, dalam Sidang Umum VIII World Blind Union di Bangkok, Thailand, Rina Prasarani dari Indonesia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal World Blind Union periode 2012-2016. Rina mendapatkan 211 suara, sedangkan saingannya, Paul Tezanou dari Kamerun, mendapat 87 suara. Sidang Umum WBU VIII berlangsung dari tanggal 10 sampai 16 Nopember 2012. Ke sidang ini, Pertuni mengirimkan empat orang anggota Dewan Pengurus Pusat Pertuni sebagai delegasi, yaitu Otje Sudioto (Ketua I), Aria Indrawati (Ketua III), Rina Prasarani (Sekjen), dan Irma Hikmayanti (Wakil Sekjen). Terpilihnya Rina Prasarani sebagai Sekjen WBU semoga meningkatkan nama baik Indonesia di mata dunia.

Rabu, 07 November 2012

Hasil Lomba Mengarang Esei Braille Onkyo 2012: Indonesia Memenangkan Hadiah Utama 1000 USD

Tahun ini untuk kedua kalinya Indonesia memenangkan Otsuki Price (hadiah utama sebesar seribu dolar AS) setelah pada tahun 2010 dimenangkan oleh Jenni Heryani. Pemenang tahun ini adalah Deasy Tresnawati (23 tahun) dari Surabaya dengan judul karangan “Rainbor of Dream” (Pelangi Impian). Daftar pemenang selengkapnya adalah sebagai berikut. 1. THE OTSUKI PRIZE: The Otsuki Prize of US $1,000 is awarded to Miss Deasy Tresnawati (23-year-old) of Indonesia. Her essay was judged the best from both Category A and B. 2. EXCELLENT PRIZES 2.1. The Excellent prize for Category A of US $500 is awarded to Miss Maria Teresa H. Tandiama (24-year-old) of Philippines. 2.2. The Excellent prize for Category B of US $500 is awarded to Miss Mabel Soriano Gaerlan (36-year-old) from the Philippines. 3. FINE WORKS PRIZES 3.1. Two Fine Work prizes for Category a of US $200 each are awarded to Miss Mai Thi Thuy Hang (17-year-old) from Vietnam; and to Miss Aye Chan Aung (22-year-old) from Myanmar. 3.2. Two Fine Work prizes for Category b of US $300 each are awarded to Miss Dwe Ra (43-year-old) from Myanmar; and to Miss N. L. Mules (47-year-old) from Australia.

Kamis, 27 September 2012

Musda I Bengkulu 27 September 2012

Musyawarah Daerah I Pertuni Daerah Bengkulu diselenggarakan di kota Bengkulu pada tanggal 27 September 2012, dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Pemerintahan. Terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pertuni Bengkulu masa bakti 2012-2017 adalah Hendriyanto, sedangkan Heryanto terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) masa bakti 2012-2017.

Rabu, 18 Juli 2012

Workshop Menyusun Panduan Kampus Inklusif

16-17 Juli. Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi – Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan workshop guna menyusun pedoman layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di perguruan tinggi. Guna menyelenggarakan workshop ini, Pertuni memilih PSLD UIN SUKA sebagai tuan rumah. Alasan yang mendasari pemilihan UIN SUKA sebagai tuan rumah adalah karena UIN SUKA telah menjadi universitas pertama di Indonesia yang dengan inisyatif sendiri membangun kampusnya menjadi universitas inklusif. Workshop dibuka oleh Pembantu Rektor III UIN SUKA. Hadir sebagai peserta sekaligus narasumber adalah Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta – Asep Supena, Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya – Jarwanto, dosen jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia – Ahmad Nawawi, Ketua Umum Pertuni yang juga dosen paska sarjana Universitas Pendidikan Indonesia - Didi Tarsidi, Ketua III Pertuni – Aria Indrawati, dan seluruh dosen pengurus PSLD UIN SUKA. Dari pihak Ditjen Dikti Kemendikbud diwakili olehRidwan Roy Tutupoho Kasubdit pembelajaran Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan ditjen dikti beserta seorang stafnya. Workshop yang berlangsung selama dua hari ini membahas panduan teknis bagaimana membangun kampus yang inklusif melalui penyediaan layanan khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Hasil workshop ini kemudian disampaikan kepada Ditjen Dikti untuk disebarluaskan ke perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan Surat Edaran Dirjen Dikti. Sejak tahun 2006, Pertuni telah memulai gerakan kampanye kesadaran untuk meningkatkan partisipasi tunanetra di pendidikan tinggi. Kegiatan kampanye ini dilaksanakan dengan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bersifat strategis. Dimulai dengan kerja sama merintis pusat layanan mahasiswa tunanetra di UPI Bandung, UNJ, dan Unesa; memfasilitasi PSLD menyelenggarakan sosialisasi di lingkungan UIN SUKA serta memproduksi buku best practice bagaimana mengelola Pusat Studi dan Layanan Difabel PSLD, memproduksi buku referensi statistik dalam format Braille dan buku audio digital, memproduksi film dan booklet untuk mendokumentasikan gerakan kampanye akses tunanetra ke pendidikan tinggi, menyelenggarakan pelatihan memasuki perguruan tinggi bagi siswa tunanetra di 5 kota, Medan, Payakumbuh, Makasar, Surabaya dan Jogjakarta. Pertuni mengharapkan ada lebih banyak perguruan tinggi yang ramah bagi mahasiswa tunanetra dan disabilitas lain. Untuk itu, Pertuni mengajak perguruan tinggi yang telah menjadi partner Pertuni untuk menjadi mentor bagi sesama perguruan tinggi lain guna membangun universitas inklusif. Sebelum proses mentoring dilaksanakan, perlu ada pedoman praktis bagaimana membangun kampus yang ramah bagi disabilitas. Agar proses mentoring dapat dilaksanakan dengan lebih cepat, Pertuni bersama wakil 4 perguruan tinggi partner Pertuni telah beraudiensi dengan Dirjen Dikti. Pihak Ditjen Dikti menyambut baik inisyatif Pertuni ini dan bersepakat akan memfasilitasinya. Di sela workshop, peserta diajak mengunjungi PSLD dan Difabel Corner yang ada di Perpustakaan UIN SUKA. Kesan positif diungkapkan oleh Ridwan Tutupoha saat berdialog dengan Tim PSLD. Hasil workshop dua hari ini kemudian disampaikan ke Ditjen Dikti untuk ditindaklanjuti, dengan mengeluarkan surat edaran, yang akan disampaikan ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Pendidikan dasar memang penting, sedangkan pendidikan tinggi adalah jalan strategis menuju perubahan. Dengan memiliki akses ke pendidikan tinggi, penyandang disabilitas akan memiliki lebih banyak pilihan dalam hidup mereka, dan akan menjadi bagian dalam proses perubahan di Indonesia. (Aria Indrawati)