Senin, 08 November 2010

Musda V Pertuni Daerah Jawa Barat 31 Oktober – 1 Nopember 2010

Musda V Pertuni Daerah Jawa Barat 31 Oktober – 1 Nopember 2010

Musyawarah Daerah ke-5 Pertuni Daerah Jawa Barat dilaksanakan pada tangal 31 Oktober hingga 1 Nopember 2010 di Bandung.
Sdr. Putre Wiwoho terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat, sedangkan Drs. Edwin Wiluyashirath terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Jawa Barat masa bakti 2010-2015.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Indonesia Memenangkan Hadiah Utama Lomba Mengarang Esai Asia-Pasifik 2010

Indonesia Memenangkan Hadiah Utama Lomba Mengarang Esai Asia-Pasifik 2010

Diumumkan di Chiba, Jepang, dalam acara World Blind Union Asia-Pacific Mid-Term General Assembly, Indonesia memenangkan hadiah utama, Otsuki Prize, lomba mengarang esai Braille Onkyo 2010.
Lomba Mengarang Esei Braille Onkyo adalah Proyek yang disponsori oleh the Onkyo Corporation Ltd. Dan The Braille Mainichi Newspaper bekerjasama dengan World Blind Union Asia-Pacific). Lomba ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2003 bagi para tunanetra di negara-negara Asia-Pasifik kecuali Jepang, dan memperebutkan 7 hadiah yang terdiri dari 4 hadiah untuk Fine Works sebesar masing-masing 200 dollar AS, 2 hadiah untuk Excellent Works sebesar masing-masing 500 dollar, dan 1 hadiah utama (Otsuki Prize) sebesar 1000 dollar.
Pada tahun 2004 Indonesia memenangkan 1 hadiah untuk Excellent Works atas nama Wacih Kurnaesih dari Bandung, dan 1 hadiah untuk Fine Works atas nama Salim dari Surabaya.
Pada tahun 2005 Tri Bagio dari Bandung memenangkan hadiah untuk Fine Works, dan pada tahun 2009 Atung Yuniarto dari Surabaya. memenangkan hadiah untuk Excellent Works.
Pada tahun ini Otsuki Prize 1000$ dimenangkan oleh Jenni Heryani dari Medan dengan judul karangan Collecting the Pearl of Wisdom in Life (Menguntai Mutiara Kehidupan).
Deasy Tresnawati Sari Dewi dari Surabaya memenangkan hadiah Fine Works 200$ untuk kelompok umur di bawah 26 tahun untuk karangannya yang berjudul Braille in My Everyday Life (Braille dalam Kegiatan Sehari-hari).

Sabtu, 09 Oktober 2010

Penerimaan CPNS Kementerian Sosial RI Tahun 2010

Kementerian Sosial RI kembali membuka kesempatan untuk mengikuti test penerimaan CPNS tahun 2010. kesempatan ini juga terbuka bagi pelamar klangan disabilitas, dimana kementerian sosial selalu memberikan kuota untuk menerima CPNS dari kalangan penyandang disabilitas pada rekruimet setiap tahun.

berbeda dengan tahun sebelumnya dimana kuota hanya terbuka bagi formasi pendidikan SI pendidikan luar biasa, tahun 2008 hanya untuk SI bahasa inggris dan tahun 2007 SI Kesejahteraan Sosial, maka pada ini pelamar dari kalangan Tunanetra/Penyandang cacat disabilitas berkesempatan untuk dapat mengikuti seleksi pada semua formasi yang dibuka.

terkait jumlah kuota yang akan diterima dari pelamar penyandang disabilitas akan ditentukan kemudian berdasarkan jumlah pelemar yang mendaftar. namun demikian test nantinya akan dilakukan secara khusus antara sesama pelamar penyandang disabilitas (tidak bersaing dengan pelamar umum)

Lebih lanjut tentang ketentuan, persyaratan, formasi pelaksanaan seleksi, penggajuan lamaran dan lain-lain dapat dipelajari pada ketentuan-ketentuan terlampir.

Untuk download lampiran-lampiran silakan Enter pada link di bawah ini:
Penerimaan_CPNS_Kemensos.zip

Kamis, 16 September 2010

Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo

----- Original Message -----
From: Fandy Dawenan
To: mitra-jaringan@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, September 15, 2010 5:42 PM

Dear friends, ini ada info dari kami di Makassar

Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo
Rabu, 15 September 2010 - 11:07 wib
JAKARTA – Kantor maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, Kota Makassar, didatangi puluhan penyandang cacat tunanetra, Rabu (15/ 9/2010).

Aksi para tunanetra ini dilakukan buntut dari perlakuan maskapai milik pemerintah yang menurunkan seorang penumpang tunanetra bernama Irwan Subena pada Selasa 14 September pukul 12.15 Wita kemarin saat hendak terbang dari Makassar ke Denpasar.

Berdasarkan penuturan koordinator aksi, Abdurrahman, kala itu Irwan dipaksa turun oleh seorang pilot Garuda dengan nomor GA 607771 bernama Sumanto. Menurut Sumanto, orang tunanetra dilarang menaiki pesawat Garuda Indonesia.

“Pihak Garuda telah bersikap diskriminatif terhadap penyandang cacat dan tidak memahami Undang-Undang Penerbangan tahun 2009. Kami menuntut agar pilot Sumanto dipecat,” tegas Abdurrahman dalam orasinya.

Aksi puluhan orang yang tak bisa melihat dengan normal ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Garuda. Melalui Kepala Cabang Makassar, Rismon, Garuda Indonesia meminta maaf.

“Atas kejadian ini kami memohon maaf. Kejadian tersebut disebabkan awak kabin kami yang keliru. Sekali lagi kami mohon maaf,” tandas Rismon.

Setelah mendengarkan pernyataan Rismon tersebut, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Rencananya, mereka akan menyeret kasus ini ke lembaga hukum.

Rabu, 15 September 2010

PERNYATAAN SIKAP ATAS MENINGGALNYA SEORANG TUNANETRA

PERNYATAAN SIKAP
PERSATUAN TUNANETRA INDONESIA (PERTUNI)
ATAS TRAGEDI MENINGGALNYA SEORANG TUNANETRA
PADA ACARA OPPEN HOUSE PRESIDEN RI
DI ISTANA NEGARA, 10 SEPTEMBER 2010


1. Pertuni menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Sdr. Joni Malela, pada pelaksanaan Open House Presiden RI di Istana Negara 10 Setember 2010. Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang paling damai di sisi Tuhan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
2. Pertuni mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi Kepada Presiden RI atas berkenannya menerima para Tunanetra untuk menghadiri Open House yang diselenggarakan.
3. Terlepas dari apa penyebab yang sesungguhnya dari meninggalnya Sdr. Joni Malela tersebut, Pertuni menyesalkan tragedi tersebut, dan kiranya hal ini tidak akan terulang dimasa mendatang.
4. Pertuni menghimbau kepada semua pihak agar kiranya peristiwa tersebut tidak diperbesar dan tidak dipolitisir untuk hal-hal yang mengarah pada kepentingan tertentu.
5. Dalam hal pelaksanaan Open House tahun mendatang, hendaknya pihak Istana dapat meningkatkan pengamanan bagi para peserta, terlebih bagi kalangan berkebutuhan khusus seperti Tunanetra.
6. Pertuni mengusulkan kepada Bapak Presiden RI agar pada pelaksanaan Open House selanjutnya, hendaknya tidak dibarengi dengan pemberian santunan dan semacamnya, yang dapat mengurangi makna silaturahmi dan melenceng dari makna Idul Fitri.
7. Apabila selaku Presiden RI bermaksud tetap melanjutkan pemberian santunan, Infaq, Sodaqoh, zakat dan semacamnya, Pertuni mengusulkan agar kiranya dapat dilakukan dengan cara yang elegan yang lebih menghormati martabat kalangan tunanetra. Dalam hal ini PERTUNI mengusulkan agar pelaksanaan pembagian tersebut dapat diserahkan pengelolaannya kepada lembaga ketunanetraan dengan tetap melakukan koordinasi dengan pihak Istana.
8. Jika bantuan tersebut berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara lebih nyata, hendaknya kepedulian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi tunanetra.
9. Pertuni menghimbau kepada segenap Tunanetra agar tidak menodai makna silaturahmi di hari Idul Fitri dengan hal-hal yang bersifat materi dan charity, serta mengedepankan etika dan tetap menghargai Istana sebagai simbol Negara.

Jakarta, 17 september 2010

Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI)

DR. Didi Tarsidi, Ketua Umum

Sabtu, 31 Juli 2010

JADWAL PELATIHAN KOMPUTER DPP PERTUNI

A. DPD NTT
1. Pembukaan
Tanggal 02 Agustus 2010 Pkl. 09.00 s.d 11.00 WIB
Proses/Pelaksanaan Pelatihan : Pkl. 13.00 s.d …..
2. Penutupan
Tanggal 06 Agustus 2010 Pkl. 15.00 s.d …..
3. Tempat Pelaksanaan Pembukaan/Pelatihan:
Jalan Matahari No. 60 Kupang
Hotel Ledetadu Penfui Kupang
4. Jumlah Peserta: 42 Orang
Terdiri dari:
• Utusan Pengurus DPD, DPC Pertuni se-NTT
• Utusan Lembaga
• Utusan anggota, Guru, dan Kader


B. DPD Bali
1. Pembukaan
Tanggal 09 Agustus 2010 Pkl. 09.00 s.d 11.00 WIB
Proses/Pelaksanaan Pelatihan : Pkl. 13.00 s.d …..
2. Penutupan
Tanggal 13 Agustus 2010 Pkl. 15.00 s.d …..
3. Tempat Pelaksanaan Pembukaan:
Aula SLBN Denpasar Jl. Serma GedeNo. 11
Tempat Pelaksanaan pelatihan:
Renon Denpasar
4. Jumlah Peserta: 16 Orang
Terdiri dari:
• Utusan Pengurus DPD, DPC Pertuni se-Bali
• Utusan Lembaga
• Utusan anggota, dan Guru

C. DPD DI Yogyakarta
1. Upacara Pembukaan dan acara buka puasa bersama
Tanggal 16 Agustus 2010 Pkl. 19.00 s.d 21.00 WIB
2. Penutupan
Tanggal 20 Agustus 2010 Pkl. 15.00 s.d …..
3. Tempat Pelaksanaan Pembukaan/Pelatihan:
Hotel Satya Graha Jalan Veteran Yogyakarta
4. Jumlah Peserta: 16 Orang
Terdiri dari:
• Utusan Pengurus DPD, DPC Pertuni se-DI Yogyakarta
• Utusan Lembaga
• Utusan anggota, dan Guru

D. DPD Jawa TImur
1. Pembukaan
Tanggal 22 September 2010 Pkl. 09.00 s.d 11.00 WIB
Proses/Pelaksanaan Pelatihan : Pkl. 13.00 s.d …..
2. Penutupan
Tanggal 26 September 2010 Pkl. 15.00 s.d …..
3. Tempat Pelaksanaan Pembukaan/Pelatihan:
Aula BK3S
4. Jumlah Peserta: 30 Orang
Terdiri dari:
• Utusan Pengurus DPD, DPC Pertuni se-Surabaya
• Utusan Lembaga
• Utusan anggota, Guru, dan Kader

Selasa, 20 Juli 2010

Seminar Wirausaha Menuju Tunanetra Mandiri dan Sukses

Seminar Wirausaha Menuju Tunanetra Mandiri dan Sukses

Seminar diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Pertuni pada Hari Selasa 20 Juli 2010 Jam . 09.00 s.d 16.00 di Gedung Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Ruang Komisi Utama Lantai 3 Jl. M.H.Thamrin Kav.8 Jakarta Pusat.

Pembicara dan narasumber

Pembicara/narasumber yang menyampaikan materinya adalah :
1. Prof Dr. Suhardi (Dosen Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta)
2. Dr. Adi Sasono (Ketua Dewan Penasehat Dewan Koperasi Indonesia)
3. Dr. Hartojo Wignjowijoto (Ketua Lembaga Studi Kapasitas Nasional).
4. Bapak Bob Sadino (Pengusaha sukses dan pemilik Kemchik)

Peserta

Seminar dihadiri oleh lebih dari 100 orang tunanetra dan mitra bakti dari DKI, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Bentuk kegiatan

Seminar dibagi ke dalam 2 sesi.
Sesi pertama berbentuk panel, menampilkan tiga orang pembicara, dengan topik “Sistem perekonomian yang dihadapi bangsa Indonesia merupakan tantangan bagi para tunanetra untuk hidup mandiri dan produktif “ sedang sesi kedua dengan satu orang narasumber utama (Bapak Bob Sadino), dengan topik “ Menuju wirausaha tunanetra sukses”