Masih Ada Asa Dalam Gelap
Oleh Chrysanova Prashelly Dewi
Salam kenal untuk rekan-rekan pembaca semua, perkenalkan nama saya Chrysanova. Saya ingin bercerita sedikit tentang diri saya. Barangkali pengalaman saya ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan semua khususnya para tunanetra baru. Saya harap tulisan ini sedikit banyak dapat memotivasi saudara-saudara penyandang disabilitas terutama para tunanetra bahwa dunia ini luas. Selalu ada jalan untuk meraih tujuan kita dengan mengoptimalkan kreativitas yang diberikan Yang Mahakuasa kepada kita. Jangan merasa diri tidak berguna. Perasaan seperti itu adalah penyakit yang paling fatal melebihi penyakit apapun yang menyerang tubuh kita. Sayang kan kalau kita tidak melakukan apa-apa hanya karena penglihatan kita tidak berfungsi dengan baik? Jangan rendah diri begitu. Saya juga dulu merasa seolah dunia telah berakhir dengan berkurangnya penglihatan saya. Pernah pula saya marah dan memprotes jalannya kehidupan ini. Mengapa mesti saya yang mengalami ini? Pada masa-masa itu sering saya teringat dengan masa-masa dimana penglihatan saya masih normal. Tidak rela rasanya jika saya harus mengalami ini karena prestasi saya pada saat bersekolah dulu bisa dibilang cukup memuaskan. Rasanya semua itu sia-sia. Segalanya hilang dari tangan saya tanpa bisa dicegah. Namun pernah ada yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Ketunanetraan yang menimpa saya dan jutaan manusia lain di dunia ini hanyalah bagian dari keanekaragaman yang mewarnai hidup manusia termasuk saya sendiri.
Kisah awalnya dimulai sekitar dua puluh satu tahun yang lalu. Saat itu saya terlahir ke dunia dengan kondisi kesehatan yang normal dan bahkan bisa dikatakan sangat baik sehingga tidak ada yang menduga bahwa saya akan mengalami apa yang saya alami sekarang ini. Hari-hari saya lewati sebagaimana lazimnya anak-anak. Bermain, belajar dan kegiatan lainnya diisi dengan keceriaan tanpa sedikitpun tampak tanda-tanda yang tidak wajar pada tubuh saya hingga menginjak usia tiga tahun. Saat itu saya mendadak lumpuh tanpa ada seorang pun yang mengetahui penyebabnya. Sejak itu orang tuaku mencoba segala macam cara untuk menyembuhkanku. Mereka membawaku ke mana-mana hingga dapat dikatakan bahwa seluruh rumah sakit di Bandung tempat tinggalku pada waktu itu tidak ada yang luput dari usaha orang tuaku untuk berobat. Tidak ketinggalan tempat-tempat praktek pengobatan alternative pun kami singgahi demi mendapatkan kembali kesehatanku. Berbulan-bulan sudah semua usaha itu dijalani tanpa ada perubahan.
Kami mulai mendapatkan titik terang ketika sebuah rumah sakit di Bandung mendiagnosis bahwa aku menderita hydrocephalus. Dokter yang menanganiku mengatakan bahwa jumlah cairan yang diproduksi oleh otakku meningkat hingga menekan otak itu sendiri. Jalan satu-satunya untuk memperbaiki kondisiku adalah mengurangi tekanan itu melalui operasi. Untuk mengurangi cairan yang berlebih tersebut tubuhku dipasangi selang di bagian kanan yang berfungsi menyalurkan kelebihan cairan dari otak ke ginjal agar dapat dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin. Tindakan itu berhasil membuatku kembali sehat sekalipun tidak sepenuhnya kembali seperti sediakala. Sisa-sisa kelumpuhan itu masih tampak hingga sekarang berupa gangguan keseimbangan tubuh. Bila diperhatikan ada sedikit perbedaan antara tubuh bagian kiri dan kananku. Syaraf yang mengatur tubuh bagian kananku tidak berfungsi sebaik bagian kiri tubuhku sehingga kini bila membaca menggunakan huruf Braille tangan kirilah yang digunakan karena dapat meraba dengan lebih akurat dibandingkan tangan kanan. Aku juga agak kesulitan untuk mendeteksi arah suara yang terdengar karena telinga kananku tidak berfungsi. Demikian pula dengan wajah dan rahang. Otot-otot wajah bagian kananku tidak bisa bergerak sempurna sehingga terlihat seperti para penderita stroke. Namun di luar semua itu tidak ada gangguan pada tubuhku, sesuatu yang sangat kusyukuri. Aku tetap dapat hidup normal seperti orang-orang lain di sekitarku.
Begitu pula ketika tumor yang masih mengendap di kepalaku kembali berulah ketika menginjak usia lima belas tahun. Rupanya sang tumor itu sendiri juga mengeluarkan cairannya sendiri yang mulai menyebar ke bagian lain kepalaku dan menekan syaraf yang mengatur penglihatan. Saat itu tubuhku kembali harus menerima selang yang kini dipasang di sisi satunya yaitu di sebelah kiri. Sejak itulah aku menderita gangguan penglihatan atau low vision. Dan itu masih tetap berlanjut hingga sekarang. Namun setelah mempelajari beberapa keterampilan yang diperuntukkan bagi tunanetra aku kembali dapat menjalani kehidupan dengan normal senormal yang mungkin terjadi dalam hidup. Dengan proses belajar yang terus-menerus bukan mustahil kita dapat meraih prestasi melebihi orang-orang lain. Sekali lagi bersemangatlah karena dengan semangat kita dapat melakukan segala sesuatunya dengan baik. Buat rekan-rekan tunanetra baru jangan berpikir bahwa dirimu tak berguna. Itu penyakit yang amat fatal melebihi penyakit apapun yang menyerang tubuh kita.
OK, begitulah pengalamanku. Aku cerita begini bukan karena narsis ya…Mungkin ada yang akan berpikir bahwa tidak sepantasnya aku menceritakan pengalamanku sendiri. Namun aku ingin memberikan semangat pada rekan-rekan penyandang disabilitas khususnya tunanetra bahwa dengan kreativitas kita dapat hidup mandiri dan berkarya sesuai kemampuan kita walaupun dengan cara yang sedikit berbeda dengan rekan yang tidak memiliki gangguan penglihatan. Apapun yang kita alami tidak akan dapat menghalangi cita-cita dan tujuan kita. Dan satu lagi yang paling penting kita harus selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Yang Mahakuasa kepada kita karena bagiku syukur itu adalah pangkal dari semangat yang akan membawaa kesuksesan dalam segala bidang kehidupan. Ya, barangkali sekian dari saya. Semoga tulisan ini bermanfaat. Sampai ketemu lagi.
Salam
Blog ini memuat berita-berita tentang tunanetra atau yang terkait dengan ketunanetraan dan Pertuni.
Senin, 27 Desember 2010
Kamis, 02 Desember 2010
Musda V Pertuni Daerah Kalimantan Selatan 28 Nopember 2010
Musda V Pertuni Daerah Kalimantan Selatan 28 Nopember 2010
Musyawarah Daerah (Musda) V Pertuni Daerah Kalimantan Selatan diselenggarakan di Banjarmasin pada tanggal 28 Nopember 2010.
Sdr. Agus Hidayat terpilih sebagai Ketua Pertuni Daerah Kalimantan Selatan masa bakti 2010-2015, sedangkan Sdr. Misrudin terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) Pertuni Kalimantan Selatan masa bakti 2010-2015.
Musyawarah Daerah (Musda) V Pertuni Daerah Kalimantan Selatan diselenggarakan di Banjarmasin pada tanggal 28 Nopember 2010.
Sdr. Agus Hidayat terpilih sebagai Ketua Pertuni Daerah Kalimantan Selatan masa bakti 2010-2015, sedangkan Sdr. Misrudin terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) Pertuni Kalimantan Selatan masa bakti 2010-2015.
Senin, 08 November 2010
Musda V Pertuni Daerah Jawa Barat 31 Oktober – 1 Nopember 2010
Musda V Pertuni Daerah Jawa Barat 31 Oktober – 1 Nopember 2010
Musyawarah Daerah ke-5 Pertuni Daerah Jawa Barat dilaksanakan pada tangal 31 Oktober hingga 1 Nopember 2010 di Bandung.
Sdr. Putre Wiwoho terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat, sedangkan Drs. Edwin Wiluyashirath terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Jawa Barat masa bakti 2010-2015.
Musyawarah Daerah ke-5 Pertuni Daerah Jawa Barat dilaksanakan pada tangal 31 Oktober hingga 1 Nopember 2010 di Bandung.
Sdr. Putre Wiwoho terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah Jawa Barat, sedangkan Drs. Edwin Wiluyashirath terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Daerah Jawa Barat masa bakti 2010-2015.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Indonesia Memenangkan Hadiah Utama Lomba Mengarang Esai Asia-Pasifik 2010
Indonesia Memenangkan Hadiah Utama Lomba Mengarang Esai Asia-Pasifik 2010
Diumumkan di Chiba, Jepang, dalam acara World Blind Union Asia-Pacific Mid-Term General Assembly, Indonesia memenangkan hadiah utama, Otsuki Prize, lomba mengarang esai Braille Onkyo 2010.
Lomba Mengarang Esei Braille Onkyo adalah Proyek yang disponsori oleh the Onkyo Corporation Ltd. Dan The Braille Mainichi Newspaper bekerjasama dengan World Blind Union Asia-Pacific). Lomba ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2003 bagi para tunanetra di negara-negara Asia-Pasifik kecuali Jepang, dan memperebutkan 7 hadiah yang terdiri dari 4 hadiah untuk Fine Works sebesar masing-masing 200 dollar AS, 2 hadiah untuk Excellent Works sebesar masing-masing 500 dollar, dan 1 hadiah utama (Otsuki Prize) sebesar 1000 dollar.
Pada tahun 2004 Indonesia memenangkan 1 hadiah untuk Excellent Works atas nama Wacih Kurnaesih dari Bandung, dan 1 hadiah untuk Fine Works atas nama Salim dari Surabaya.
Pada tahun 2005 Tri Bagio dari Bandung memenangkan hadiah untuk Fine Works, dan pada tahun 2009 Atung Yuniarto dari Surabaya. memenangkan hadiah untuk Excellent Works.
Pada tahun ini Otsuki Prize 1000$ dimenangkan oleh Jenni Heryani dari Medan dengan judul karangan Collecting the Pearl of Wisdom in Life (Menguntai Mutiara Kehidupan).
Deasy Tresnawati Sari Dewi dari Surabaya memenangkan hadiah Fine Works 200$ untuk kelompok umur di bawah 26 tahun untuk karangannya yang berjudul Braille in My Everyday Life (Braille dalam Kegiatan Sehari-hari).
Diumumkan di Chiba, Jepang, dalam acara World Blind Union Asia-Pacific Mid-Term General Assembly, Indonesia memenangkan hadiah utama, Otsuki Prize, lomba mengarang esai Braille Onkyo 2010.
Lomba Mengarang Esei Braille Onkyo adalah Proyek yang disponsori oleh the Onkyo Corporation Ltd. Dan The Braille Mainichi Newspaper bekerjasama dengan World Blind Union Asia-Pacific). Lomba ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2003 bagi para tunanetra di negara-negara Asia-Pasifik kecuali Jepang, dan memperebutkan 7 hadiah yang terdiri dari 4 hadiah untuk Fine Works sebesar masing-masing 200 dollar AS, 2 hadiah untuk Excellent Works sebesar masing-masing 500 dollar, dan 1 hadiah utama (Otsuki Prize) sebesar 1000 dollar.
Pada tahun 2004 Indonesia memenangkan 1 hadiah untuk Excellent Works atas nama Wacih Kurnaesih dari Bandung, dan 1 hadiah untuk Fine Works atas nama Salim dari Surabaya.
Pada tahun 2005 Tri Bagio dari Bandung memenangkan hadiah untuk Fine Works, dan pada tahun 2009 Atung Yuniarto dari Surabaya. memenangkan hadiah untuk Excellent Works.
Pada tahun ini Otsuki Prize 1000$ dimenangkan oleh Jenni Heryani dari Medan dengan judul karangan Collecting the Pearl of Wisdom in Life (Menguntai Mutiara Kehidupan).
Deasy Tresnawati Sari Dewi dari Surabaya memenangkan hadiah Fine Works 200$ untuk kelompok umur di bawah 26 tahun untuk karangannya yang berjudul Braille in My Everyday Life (Braille dalam Kegiatan Sehari-hari).
Sabtu, 09 Oktober 2010
Penerimaan CPNS Kementerian Sosial RI Tahun 2010
Kementerian Sosial RI kembali membuka kesempatan untuk mengikuti test penerimaan CPNS tahun 2010. kesempatan ini juga terbuka bagi pelamar klangan disabilitas, dimana kementerian sosial selalu memberikan kuota untuk menerima CPNS dari kalangan penyandang disabilitas pada rekruimet setiap tahun.
berbeda dengan tahun sebelumnya dimana kuota hanya terbuka bagi formasi pendidikan SI pendidikan luar biasa, tahun 2008 hanya untuk SI bahasa inggris dan tahun 2007 SI Kesejahteraan Sosial, maka pada ini pelamar dari kalangan Tunanetra/Penyandang cacat disabilitas berkesempatan untuk dapat mengikuti seleksi pada semua formasi yang dibuka.
terkait jumlah kuota yang akan diterima dari pelamar penyandang disabilitas akan ditentukan kemudian berdasarkan jumlah pelemar yang mendaftar. namun demikian test nantinya akan dilakukan secara khusus antara sesama pelamar penyandang disabilitas (tidak bersaing dengan pelamar umum)
Lebih lanjut tentang ketentuan, persyaratan, formasi pelaksanaan seleksi, penggajuan lamaran dan lain-lain dapat dipelajari pada ketentuan-ketentuan terlampir.
Untuk download lampiran-lampiran silakan Enter pada link di bawah ini:
Penerimaan_CPNS_Kemensos.zip
berbeda dengan tahun sebelumnya dimana kuota hanya terbuka bagi formasi pendidikan SI pendidikan luar biasa, tahun 2008 hanya untuk SI bahasa inggris dan tahun 2007 SI Kesejahteraan Sosial, maka pada ini pelamar dari kalangan Tunanetra/Penyandang cacat disabilitas berkesempatan untuk dapat mengikuti seleksi pada semua formasi yang dibuka.
terkait jumlah kuota yang akan diterima dari pelamar penyandang disabilitas akan ditentukan kemudian berdasarkan jumlah pelemar yang mendaftar. namun demikian test nantinya akan dilakukan secara khusus antara sesama pelamar penyandang disabilitas (tidak bersaing dengan pelamar umum)
Lebih lanjut tentang ketentuan, persyaratan, formasi pelaksanaan seleksi, penggajuan lamaran dan lain-lain dapat dipelajari pada ketentuan-ketentuan terlampir.
Untuk download lampiran-lampiran silakan Enter pada link di bawah ini:
Penerimaan_CPNS_Kemensos.zip
Kamis, 16 September 2010
Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo
----- Original Message -----
From: Fandy Dawenan
To: mitra-jaringan@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, September 15, 2010 5:42 PM
Dear friends, ini ada info dari kami di Makassar
Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo
Rabu, 15 September 2010 - 11:07 wib
JAKARTA – Kantor maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, Kota Makassar, didatangi puluhan penyandang cacat tunanetra, Rabu (15/ 9/2010).
Aksi para tunanetra ini dilakukan buntut dari perlakuan maskapai milik pemerintah yang menurunkan seorang penumpang tunanetra bernama Irwan Subena pada Selasa 14 September pukul 12.15 Wita kemarin saat hendak terbang dari Makassar ke Denpasar.
Berdasarkan penuturan koordinator aksi, Abdurrahman, kala itu Irwan dipaksa turun oleh seorang pilot Garuda dengan nomor GA 607771 bernama Sumanto. Menurut Sumanto, orang tunanetra dilarang menaiki pesawat Garuda Indonesia.
“Pihak Garuda telah bersikap diskriminatif terhadap penyandang cacat dan tidak memahami Undang-Undang Penerbangan tahun 2009. Kami menuntut agar pilot Sumanto dipecat,” tegas Abdurrahman dalam orasinya.
Aksi puluhan orang yang tak bisa melihat dengan normal ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Garuda. Melalui Kepala Cabang Makassar, Rismon, Garuda Indonesia meminta maaf.
“Atas kejadian ini kami memohon maaf. Kejadian tersebut disebabkan awak kabin kami yang keliru. Sekali lagi kami mohon maaf,” tandas Rismon.
Setelah mendengarkan pernyataan Rismon tersebut, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Rencananya, mereka akan menyeret kasus ini ke lembaga hukum.
From: Fandy Dawenan
To: mitra-jaringan@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, September 15, 2010 5:42 PM
Dear friends, ini ada info dari kami di Makassar
Turunkan Penumpang Tunanetra, Garuda Indonesia Didemo
Rabu, 15 September 2010 - 11:07 wib
JAKARTA – Kantor maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Jalan Slamet Riyadi, Kota Makassar, didatangi puluhan penyandang cacat tunanetra, Rabu (15/ 9/2010).
Aksi para tunanetra ini dilakukan buntut dari perlakuan maskapai milik pemerintah yang menurunkan seorang penumpang tunanetra bernama Irwan Subena pada Selasa 14 September pukul 12.15 Wita kemarin saat hendak terbang dari Makassar ke Denpasar.
Berdasarkan penuturan koordinator aksi, Abdurrahman, kala itu Irwan dipaksa turun oleh seorang pilot Garuda dengan nomor GA 607771 bernama Sumanto. Menurut Sumanto, orang tunanetra dilarang menaiki pesawat Garuda Indonesia.
“Pihak Garuda telah bersikap diskriminatif terhadap penyandang cacat dan tidak memahami Undang-Undang Penerbangan tahun 2009. Kami menuntut agar pilot Sumanto dipecat,” tegas Abdurrahman dalam orasinya.
Aksi puluhan orang yang tak bisa melihat dengan normal ini akhirnya mendapat tanggapan dari pihak Garuda. Melalui Kepala Cabang Makassar, Rismon, Garuda Indonesia meminta maaf.
“Atas kejadian ini kami memohon maaf. Kejadian tersebut disebabkan awak kabin kami yang keliru. Sekali lagi kami mohon maaf,” tandas Rismon.
Setelah mendengarkan pernyataan Rismon tersebut, para pendemo akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Rencananya, mereka akan menyeret kasus ini ke lembaga hukum.
Rabu, 15 September 2010
PERNYATAAN SIKAP ATAS MENINGGALNYA SEORANG TUNANETRA
PERNYATAAN SIKAP
PERSATUAN TUNANETRA INDONESIA (PERTUNI)
ATAS TRAGEDI MENINGGALNYA SEORANG TUNANETRA
PADA ACARA OPPEN HOUSE PRESIDEN RI
DI ISTANA NEGARA, 10 SEPTEMBER 2010
1. Pertuni menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Sdr. Joni Malela, pada pelaksanaan Open House Presiden RI di Istana Negara 10 Setember 2010. Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang paling damai di sisi Tuhan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
2. Pertuni mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi Kepada Presiden RI atas berkenannya menerima para Tunanetra untuk menghadiri Open House yang diselenggarakan.
3. Terlepas dari apa penyebab yang sesungguhnya dari meninggalnya Sdr. Joni Malela tersebut, Pertuni menyesalkan tragedi tersebut, dan kiranya hal ini tidak akan terulang dimasa mendatang.
4. Pertuni menghimbau kepada semua pihak agar kiranya peristiwa tersebut tidak diperbesar dan tidak dipolitisir untuk hal-hal yang mengarah pada kepentingan tertentu.
5. Dalam hal pelaksanaan Open House tahun mendatang, hendaknya pihak Istana dapat meningkatkan pengamanan bagi para peserta, terlebih bagi kalangan berkebutuhan khusus seperti Tunanetra.
6. Pertuni mengusulkan kepada Bapak Presiden RI agar pada pelaksanaan Open House selanjutnya, hendaknya tidak dibarengi dengan pemberian santunan dan semacamnya, yang dapat mengurangi makna silaturahmi dan melenceng dari makna Idul Fitri.
7. Apabila selaku Presiden RI bermaksud tetap melanjutkan pemberian santunan, Infaq, Sodaqoh, zakat dan semacamnya, Pertuni mengusulkan agar kiranya dapat dilakukan dengan cara yang elegan yang lebih menghormati martabat kalangan tunanetra. Dalam hal ini PERTUNI mengusulkan agar pelaksanaan pembagian tersebut dapat diserahkan pengelolaannya kepada lembaga ketunanetraan dengan tetap melakukan koordinasi dengan pihak Istana.
8. Jika bantuan tersebut berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara lebih nyata, hendaknya kepedulian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi tunanetra.
9. Pertuni menghimbau kepada segenap Tunanetra agar tidak menodai makna silaturahmi di hari Idul Fitri dengan hal-hal yang bersifat materi dan charity, serta mengedepankan etika dan tetap menghargai Istana sebagai simbol Negara.
Jakarta, 17 september 2010
Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI)
DR. Didi Tarsidi, Ketua Umum
PERSATUAN TUNANETRA INDONESIA (PERTUNI)
ATAS TRAGEDI MENINGGALNYA SEORANG TUNANETRA
PADA ACARA OPPEN HOUSE PRESIDEN RI
DI ISTANA NEGARA, 10 SEPTEMBER 2010
1. Pertuni menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Sdr. Joni Malela, pada pelaksanaan Open House Presiden RI di Istana Negara 10 Setember 2010. Semoga almarhum ditempatkan di tempat yang paling damai di sisi Tuhan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
2. Pertuni mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi Kepada Presiden RI atas berkenannya menerima para Tunanetra untuk menghadiri Open House yang diselenggarakan.
3. Terlepas dari apa penyebab yang sesungguhnya dari meninggalnya Sdr. Joni Malela tersebut, Pertuni menyesalkan tragedi tersebut, dan kiranya hal ini tidak akan terulang dimasa mendatang.
4. Pertuni menghimbau kepada semua pihak agar kiranya peristiwa tersebut tidak diperbesar dan tidak dipolitisir untuk hal-hal yang mengarah pada kepentingan tertentu.
5. Dalam hal pelaksanaan Open House tahun mendatang, hendaknya pihak Istana dapat meningkatkan pengamanan bagi para peserta, terlebih bagi kalangan berkebutuhan khusus seperti Tunanetra.
6. Pertuni mengusulkan kepada Bapak Presiden RI agar pada pelaksanaan Open House selanjutnya, hendaknya tidak dibarengi dengan pemberian santunan dan semacamnya, yang dapat mengurangi makna silaturahmi dan melenceng dari makna Idul Fitri.
7. Apabila selaku Presiden RI bermaksud tetap melanjutkan pemberian santunan, Infaq, Sodaqoh, zakat dan semacamnya, Pertuni mengusulkan agar kiranya dapat dilakukan dengan cara yang elegan yang lebih menghormati martabat kalangan tunanetra. Dalam hal ini PERTUNI mengusulkan agar pelaksanaan pembagian tersebut dapat diserahkan pengelolaannya kepada lembaga ketunanetraan dengan tetap melakukan koordinasi dengan pihak Istana.
8. Jika bantuan tersebut berorientasi pada upaya peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan secara lebih nyata, hendaknya kepedulian tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk penyediaan lapangan kerja dan kesempatan kerja bagi tunanetra.
9. Pertuni menghimbau kepada segenap Tunanetra agar tidak menodai makna silaturahmi di hari Idul Fitri dengan hal-hal yang bersifat materi dan charity, serta mengedepankan etika dan tetap menghargai Istana sebagai simbol Negara.
Jakarta, 17 september 2010
Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI)
DR. Didi Tarsidi, Ketua Umum
Langganan:
Postingan (Atom)