Senin, 12 Juli 2010

Dari NFB Convention 2010

Dari NFB Convention 2010

Tolhas Damanik, mitra-jaringan@yahoogroups.com, Sunday, July 11, 2010 8:19 PM

Hello Rekan, berikut lanjutan dari cerita dari arena NFB Convention 2010. O, iya, saat ini aku sudah kembali lagi ke Athens setelah menghadiri convention.

Secara garis besar, 5 hari kegiatan NFB Convention berisi pemaparan tentang berbagai issue yang menarik untuk dibahas sepanjang tahun, karena memang NFB Convention diselenggarakan setiap tahun. Banyak sekali pembicara menarik yang diundang dalam Convention ini. Diantaranya perwakilan dari Department of the National Education, perwakilan dari Presiden Obama, perwakilan dari Library of Congress, Perwakilan dari pembangun software seperti Adobi, tunanetra yang mengilhami pembuatan mobil accessible, perwakilan dari Humanware yang merupakan perusahaan partner NFB dalam tehnologi literasi, perwakilan dari guru siswa tunanetra, perwakilan dari perpustakaan-perpustakaan braille dan digital book, prwakilan dari perusahaan yang menerima tunanetra untuk bekerja, department tenaga kerja, dan sebagainya. Hampir semua pembicara yang hadir mewakili institusinya adalah direktur atau orang nomor satu dari tiap institusi. Inilah yang membuat kesan, bahwa posisi tawar NFB di US memang luar biasa. Kegiatan ini juga berkesempatan diliput secara life oleh CNN. Di ruangan yang lain, terdapat berbagai pameran seperti dari produser alat-alat ketunanetraan, serta dari perusahaan yang menjadi sponsor kegiatan. Beberapa stand yang saya kunjungi adalah stand NFB National Center, NFB student Center, Humanware, Freedom Scientific, Departemen hukum (saat itu membuka pameran untuk menjaring tenaga kerja tunanetra), departemen tenaga kerja, departemen pendidikan, dan sebagainya. Sayang pameran ini nggak dibuka sepanjang hari, sehingga tidak banyak waktu untuk bertanya pada penjaga pamerannya karena waktunya sangat terbatas. Setiap hari juga dilakukan pengundian doorprice, karena hampir tiap negara bagian dan juga sponsor menyediakan doorprice. Aku sendiri beruntung mendapatkan doorprice yang disediakan oleh negara bagian colorado. Doorprice nya memang luar biasa, dari uang sebesar USD 25 sampai USD 2500, paket perjalanan wisata ke Yunani dengan kapal pesiar, Braille display, Victor Reader Streem, HD Card, dan sebagainya. Pada malam terakhir juga dibacakan nama-nama penerima beasiswa dari NFB, yang jumlahnya ada sekitar 45 siswa. Siswa penerima bea siswa memang luar biasa, mereka ada yang kuliah di tehnik computer, astronomi, matematika dan statistik, fisika, hukum, musik, tehnik industri, pendidikan, dan sebagainya, yang rata-rata untuk program master dan Ph.D.

NFB Convention tidak bertujuan untuk memilih presiden. Aku kira presiden NFB sekarang (Dr. Marc Maurar) telah menjadi presiden hampir sekitar 15 tahun. NFB berpendapat, mereka tidak memerlukan untuk terus menerus berganti presiden, karena menurut mereka, posisi presiden tidak lebih dari posisi leader, sementara semua pekerjaan dapat dikerjakan secara bersama-sama. Tiap negara bagian memang memiliki paling sedikit 2 perwakilan di kepengurusan nasional NFB. Dr. Maurar ini memang orang yang cukup karismatik, dan kupikir wajar akhirnya dia tetap memimpin NFB sekian lamanya. Setiap dia tampil berbicara, semua orang terkesima mendengarkan dia, dan dia selalu mendapatkan sorak-sorai dan tepuk tangan hadirin. Dia cukup vokal dalam menyuarakan aspirasi tunanetra, tetapi juga sering diundang ke gedung putih oleh presiden, yang berarti dia punya hubungan baik dengan pemerintah. Aku berkesempatan bertemu dengan dia di sela-sela aktifitasnya memimpin sidang.

Pada satu setengah jam pidato penutupannya, Dr. Maurar kembali memberikan garis besar dari seluruh hasil convention. Dia banyak sekali melontarkan kritik pada berbagai fihak dalam pidato penutupannya, yang sering diiringi tepuk tangan dan sorak sorai hadirin. Beberapa hal yang menjadi kritik beliau adalah tentang pentingnya memperhatikan definisi blind kembali. Beliau menyoroti riset yang sering kali didasari oleh pandangan tentang ketunanetraan dari sudut keterbatasan fungsi, atau yang beliau sebut sebagai devisit model. Beliau mendorong penelitian tentang tunanetra didasari oleh pengoptimalan potensi dan kemampuan tunanetra di berbagai bidang. Beliau juga mengkritik keras tentang pandangan mengenai low vision. Menurut beliau, low vision hendaknya diberi kesempatan untuk memilih sendiri jati dirinya. Tidak ada orang yang bisa memberikan pilihan tentang bagaimana mereka harus hidup selain mereka sendiri. Itu sebabnya, Low vision juga harus mendapatkan layanan sama seperti tunanetra lainnya, supaya mereka tetap b isa memilih yang terbaik. Mereka juga harus diajarkan braille supaya mereka punya banyak pilihan pada literasi. Istilah legally blind menurut Dr. Maurar hanyalah mengesankan seolah-olah menjadi buta total adalah sebuah bencana. Masyarakat cenderung ingin melihat bahwa kondisi low vision adalah lebih baik daripada buta total. Padahal kondisi low vision sebenarnya psichologically mungkin lebih menyulitkan. Menurut Dr. Maurar, kebutaan adalah kebutaan, apapun kondisinya, dan semua anggota NFB tetap bangga menjadi seorang yang tunanetra. Kritik yang lain adalah mengenai para guru pengajar braille, menurut beliau, para guru tidak cukup hanya sekedar mengerti braille dan mengajarkannya pada siswa tunanetra. Para guru haruslah orang yang betul-betul mengerti braille dan terlatih, sehingga dia mampu mengajarkan braille pada semua siswa tunanetra, termasuk yang tunanetra ganda. Di US, terdapat test yang dapat mengukur kemampuan para tunanetra dalam membaca braille. Test ini disarankan diikuti oleh semua tunanetra untuk mengetahui kemampuan mereka menggunakan braille, ketika mereka masuk ke sekolah. Semua siswa hendaknya sudah mampu membaca dan menulis braille dengan baik pada kelas 3 sekolah dasar. Pada bagian lainnya, Dr. Maurar memberi garis besar pada upaya advokasi NFB pada kasus-kasus diskriminatif yang terjadi pada anggotanya. Salah satu kasus yang dibahas adalah tentang beberapa mahasiswa hukum yang tidak diperkenankan menngikuti ujian lisensi pengacara menggunakan screen reader. Fihak penyelenggara hanya memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengikuti ujian dengan pembaca. Dr. Maurar tidak melihat adanya alasan jelas mengapa panitia ujian tidak memberi kesempatan pada mereka untuk mengikuti ujian dengan screen reader. Dr. Maurar mengatakan bahwa NFB akan mengerahkan pengacara dari NFB, dan akan membuat para tunanetra memenangi kasus itu. Kemajuan di bidang tehnologi, melalui ditemukannya K NFB Reader Mobil, dan akan diluncurkannya mobil aksesible membuktikan, bahwa mimpi tunanetra adalah nyata. Dr. Maurar menekankan, tiadak ada kata tidak mungkin, jika semua orang mau bekerja keras untuk mewujudkan mimpi tersebut. Pidato Dr. Maurar ini memang luar biasa, hampir tiap 5 menit hadirin bertepuk tangan dan bersorak sorai, hingga pada akhir pidatonya, hadirin bertepuktangan panjang, berdiri, memberikan yel-yel NFB, NFB, NFB, dan menyanyikan lagu mars NFB... Pidato penutupan ini memang mencerminkan betul peran NFB sebagai advokator hak-hak tunanetra dan posisi tawar kuat NFB di US. saya sedang mencoba untuk mendapatkan dokumentasi pidato dari Dr. Maurar ini, karena menurut saya cukup bagus sekali. Tahun depan NFB Convention akan diselenggarakan di Ontario Canada. Mudah-mudahan saya bisa ikut lagi..hehe... tapi ya saya juga jadi ingin ikut sidangnya PERTUNI, soalnya belum pernah ikut ..haha...

Sisi lain dari NFB Convention adalah bagaimana kami di tiap negara bagian harus mengumpulkan dana untuk keperluan perjalanan ke Convention dan akomodasi sebelum kami berangkat ke Dallas. Di Ohio, kami menyelenggarakan penggalangan dana untuk tiap peserta yang akan berangkat. Dr. JW Smith, Presiden NFB Ohio mengkoordinatori penggalangan dana melalui pergelaran Jazz band beberapa waktu yang lalu. Bayangkan, saking semangatnya si professor ini mengirimkan utusan dari Ohio, pada saat acara beliau juga masih berkesempatan menjual coklat kepada peserta convention. Saya merasa Dr. Smith ini juga adalah pemimpin yang luar biasa. Dia tidak pernah memberikan perintah, tapi langsung bekerja. Di arena convention, dia berteriak-teriak menjajakan coklatnya..hehe....dan dari penjualan coklat selama convention, dia mendapatkan dana sebesar USD 400. Kami juga akan menyelenggarakan rapat pada november tahun ini untuk regional Ohio. Beberapa NFB member sedang mendekati saya untuk bisa memimpin NFB Chapter Athens. Mereka belum tahu kalau saya sudah selesai kuliah...hehe... lucu ya kalau warga US tidak menjadi pemimpin di wilayahnya sendiri, sama kalau PERTUNI presidennya diserahkan pada orang dari negara lain..haha...:)

Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat bagi kita semua. Mudah-mudahan pertuni juga bisa menyelenggarakan rapat besar yang bisa dihadiri seluruh tunanetra se Indonesia..haha.... Kita tetap punya semangat sama seperti semangat peserta NFB COnvention, karena sebenarnya area kepedulian kita juga sama...

Salam
Tolhas Damanik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar